Berkas PLPG Bagi Lulus UKA 2012

Anda yang Lulus UKA pasti telah mempersiapkan untuk mengikuti PLPG, Tipsnya silahkan lihat disini. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah berkas-berkas PLPG antara lain :
1. Fotokopi ijasah terakhir yang telah dilegalisir oleh perguruan tinggi/sekolah/dinas yang mengeluarkan, bagi yang berijasah S1 tetapi memiliki ijasah D2/D3/S-2 harap melampirkannya juga;
2. Fotokopi SK pangkat/golongan terakhir (bagi PNS) yang telah dilegalisir oleh Kepala Sekolah, bagi Kepala Sekolah dilegalisir Kepala UPT Kecamatan;
3. Fotokopi SK pengangkatan pertama sebagai guru (GTT/Guru Bantu/GTY/CPNS) yang membuktikan Anda sudah menjadi guru sejak atau sebelum 30 Desember 2005, untuk SK GTT dilegalisir oleh Kepala Sekolah pada unit kerja tertera, SK GTY dilegalisir oleh Ketua Yayasan, dan untuk SK Guru Bantu/SK CPNS dilegalisir oleh Kepala Sekolah pada unit kerja sekarang;
4. Fotokopi SK GTY di sekolah saat ini atau SK PNS, yang telah dilegalisir oleh Ketua Yayasan bagi GTY atau oleh Kepala Sekolah bagi PNS;
5. Fotokopi SK Pembagian Tugas Mengajar semester genap tahun ajaran 2011/2012 yang telah dilegalisir Kepala Sekolah/Kepala UPT Kecamatan;
6. Mengisi biodata sebanyak 2 lembar dan mengumpulkan pas foto studio berwarna terbaru (bukan hasil print atau editan), dengan background warna kuning (enam bulan terakhir dan bukan glossy), mengenakan jas dan berdasi (berdasi tidak wajib bagi yang berjilbab), ukuran 3x4 cm sebanyak 4 lembar, di bagian belakang foto ditulis nama, nomor peserta sertifikasi dan unit kerja, dan dimasukkan dalam plastik foto berklip. Background warna kuning menjadikan foto tetap terlihat terang ketika sertifikat pendidik difotokopi.
Untuk lebih lengkapnya dapat anda lihat permintaan berkas PLPG dari Dinas Pendidikan Sleman sebagai berikut:

Atau dapat juga anda download disini
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Persiapan PLPG 2012

Jadwal PLPG 2012
Sebelumnya kami ucapkan selamat bagi anda yang Lulus Uji Kompetensi Awal UKA 2012. Kini saatnya anda untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Sambil menunggu Jadwal PLPG 2012 ada baiknya anda mempersiapkan sejak dini apa yang di butuhkan dalam PLPG 2012
PLPG ini sangat penting bagi seorang guru,karena syarat sebelum mendapatkan tunjangan profesi. Jika dinyatakan lulus maka berhak mendapatkan sertifikat dan tunjangan profesi. Namun, jika tidak lulus maka akan menjalani PLPG kembali. “Makanya memang harus dipersiapkan sejak sekarang. Banyak hal yang membuat guru tidak lulus dalam PLPG. Misalnya faktor penguasaan materi ajar guru dan kesehatan. Hal inilah yang harus diantisipasi sejak dini sehingga ke depan rekan-rekan guru siap mengikuti PLPG 2012.
Program sertifikasi 2012 lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana, terdapat tiga tahapan yang harus dilalui, yakni uji kompetensi awal (UKA), PLPG, dan uji PLPG. Untuk itu, rekan guru dituntut mempersiapkan diri secara baik.
Berikut tips dari kami yang mungkin berguna bagi anda:

1. Jangan malu bertanya kepada senior kita yang telah mengikuti PLPG, sehingga kita bisa mengetahui selukbeluk PLPG, mulai dari tempat, makanan, pakaian, tansport, materi dan banyak lagi yang dapat ditanyakan.
2. Persiankan mental dan kesehatan anda. Kalau biasanya kita mengajar di depan kelas nanti kita gantian jadi siswa yang harus belajar, mendengarkan, serta diberi tugas. Banyak guru yang tidak lulus PLPG gara-gara tidak betah duduk seharian.
3. Persiapkan Administrasi serta berkas-berkas yang dibutuhkan sejak awal sehingga anda nantinya tidak kedodoran menjelang hari H contoh disini.
4. Persiapkan materi PLPG, anda dapat mendownload dari internet, atau mengcopy dari senior kita, pelajari mulai sekarang sehingga nantinya tidak terlalu berat belajar.
5. Ada materi tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pelajari sehingga nanti anda tidak gaptek di sana.
6. Materi PLPG dapat anda unduh di link-link berikut:
- Download materi PLPG dan akan kami share apabila kami punya materi baru.

Sedangkan Perlengkapan yang harus di bawa adalah sebagai berikut:

1. Surat Tugas dari Sekolah tempat bertugas
2. Perangkat Pembelajaran meliputi
- Struktur Kurikulum
- SAP
- Silabus
- RPP, sebanyak 3 RPP dengan Standar Kompetensi / Kompetensi Dasar yang berbeda.
- LKS
- Media Pembelajaran, sesuai RPP
- Contoh Perangkat Evaluasi, Sesuai RPP
- Bahan Ajar sesuai RPP yang dibuat
- Proposal Penelitian Tindakan Kelas
3. Laptop
4. Printer
5. Pakaian seragam harian kerja
Smoga anda sukses di PLPG 2012 !!
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Guru Lulus Sertifikasi Dituntut Berkarakter

Hal yang harus dicapai oleh guru yang memperoleh sertifikasi adalah profesionalitas, bermartabat, dan gelar baru yang disematkan pemerintah: berkarakter.
Hal itu ditandaskan oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Agus Wahyudin MSi, dalam penyerahan setifikat tenaga pendidik Rayon 112, Senin (16/1), di rektorat kampus Sekaran. Acara tersebut dihadiri Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo,dan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, juga Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan Profesi (LP3) Unnes Dr Hartono yang menyerahkan secara simbolis sertifikat pendidik kepada wakil dari tiap-tiap kabupaten dan kota.
Agus Wahyudin mengatakan, LP3 dan LPMP telah mengupayakan standar yang harus dipenuhi para guru calon penerima sertifikasi di lapangan. “Tahun kemarin, dari 11.160 peserta, 10% di antaranya tidak lulus setelah dilakukan ujian ulang,” katanya.
Tahun ini, sebelum mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), peserta harus mengikuti uji kompetensi terlebih dahulu. “Hal itu dimaksudkan supaya guru yang mengikuti program ini merupakan guru yang layak untuk menyandang predikat profesional,” ujarnya.
Sedangkan kesejahteraan yang diterima harus dimaknai sebagai imbas dari profesionalitas itu. “Kesejahteraan adalah hal yang harus disyukuri. Di sisi lain, kualitas kerja Anda merupakan tulang punggung dan harapan negeri ini,” katanya, di hadapan puluhan wakil guru penerima sertifikasi dari berbagai kabupaten dan kota.
Menyinggung tentang isu yang menyebutkan bahwa peserta dapat lulus sertifikasi dengan membayar sejumlah uang, Agus Wahyudin mengungkapkan, hal itu tidak benar. “Kami telah menyelidiki secara mendalam. Unnes tidak pernah menyelenggarakannya dan itu murni penipuan,” paparnya.
Prof Sudijono dalam kesempatan itu mengungkapkan, tujuan utama sertifikasi adalah meningkatkan kinerja. ”Sebanyak 10% peserta yang tidak lulus sertifikasi harus lila legawa dan menjadikan hal itu sebagai introspeksi,” katanya.
“Dene ana dulure sing durung lulus, kuwi ya lumrah. Kaya ujian, mesthine ana sing lulus ana sing ora,” (Jika ada saudara yang belum lulus, itu hal yang lumrah. Seperti halnya ujian, pastinya ada yang lulus dan ada yang tidak),” kata Rektor.
sumber :http://unnes.ac.id/
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Pengumuman UKA Provinsi Jawa Tengah

Karena server sergur yang berada di Jakarta tidak mampu menagani(overload) permintaan para guru se Indonesia maka pengumuman UKA di berikan kepada seluruh LPMP Provinsi seluruh Indonesia. Surat resminya dapat anda lihat pada gambar di atas. Untuk Pengumuman Resmi UKA 2012 Provinsi Provinsi Jawa Tengah dapat anda lihat pada link-link berikut ini:
1. LPMP Provinsi Jawa Tengah klik disini
2. SkyDrive Hotmail klik disini
3. Server SMKN 1 Purwodadi klik di http://e-learning.smkn1-purwodadi.net/pengumuman-uka/
Untuk Provinsi lainnya silahkan hubungi LPMP Provinsi Masing-masing atau ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Masing-masing
Semoga bermanfaat..

----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Kondisi Akhir Website sergur.kemdiknas.go.id

Andaikan http://sergur.kemdiknas.go.id/ punya server seperti Google ataupun facebook, mungkin kejadian ini tidak akan muncul di layar monitor anda. Karena terlalu banyak yang mengakses ke http://sergur.kemdiknas.go.id/ server jadi overload gak kuat...menangani permintaan.
Tunggu saja sampai proses perbaikan ini selesai...lalu kunjungi lagi

Tetapi ternyata website kemdiknas.go.id juga ikut-kutan down:



Tetapi sekarang sudah on lagi silahkan lihat disini
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Daftar Peserta UKA 2012 yang Lulus

Hasil UKA 2012 Hari ini 19 Maret 2012 Telah diumumkan. Anda telah melihat Daftar Peserta Uji Kompetensi Awal (UKA) yang Lulus ? Berikut ini adalah cara untuk melihat daftar peserta UKA 2012 yang lulus.
1. Silahkan Kunjungi Website Resminya di : http://sergur.kemdiknas.go.id/ atau http://sergur.kemdiknas.go.id/prodik/

2. Lalu Klik pada bagian Hasil UKA seperti gambar berikut:


3. Lalu Pilih Provinsi tempat anda tinggal:


4. Lalu pilih Kabupaten Tempat anda bertugas:


5. Lalu Pilih Jenjang Pendidikan Tempat Anda Bertugas TK,SD,SMP,SMA,SMK,SLB atau Pengawas


6. Setelah itu klik Tampilkan seperti gambar berikut:

7. Maka anda dapat melihat daftar peserta uka 2012 yang lulus seperti gambar berikut, silahkan berpindah halaman untuk mencari nama anda. Dan Kami Ucapkan Selamat, nama anda telah ketemu.

Selengkapnya lihat disini

Berikut Daftar Peserta UKA yang Lulus Untuk Guru SMK Kab. Grobogan




Untuk Provinsi Jawa Tengah lihat di Pengumuman Resmi UKA Provinsi Jawa Tengah
Smoga bermanfaat....
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Pengumuman UKA Ditunda 22 Maret 2012

Pengumuman Penting untuk Peserta UKA!!

Pengumuman Hasil UKA Ditunda Sampai Dengan 22 Maret 2012


Pengumuman Penting untuk Peserta UKA!!
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan TIDAK Memungut Biaya Apapun dari Guru untuk Pengumuman Hasil UKA.
Jangan Percaya Kepada Orang yang Berjanji akan Membantu Kelulusan UKA dan Jangan Memberikan Uang Kepada Siapapun Untuk Jaminan Kelulusan UKA.
Pengumuman UKA ditunda sampai dengan hari Kamis 22 Maret 2012.
sabar ya.....
Selengkapnya lihat disini
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Daftar Nama Peraih Hasil UKA Tertinggi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya mengumumkan hasil akhir uji kompetensi awal (UKA) guru tahun 2012 yang telah dilaksanakan pada bulan Februari 2012 lalu. Dengan nilai rata-rata 50,1 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didaulat mendapat predikat sebagai provinsi dengan nilai rata-rata UKA tertinggi.

Mendikbud Mohammad Nuh membeberkan, setelah DIY, posisi 10 besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi disusul oleh DKI Jakarta (49,2), Bali (48,9), Jawa Timur (47,1), Jawa Tengah (45,2), Jawa Barat (44,0), Kepulauan Riau (43,8), Sumatera Barat (42,7), Papua (41,1) dan Banten (41,1).

Seperti diwartakan, untuk hasil tertinggi nasional adalah 97,0 dan nilai terendah adalah 1,0. Berdasarkan itu, dalam perhitungan Kemdikbud, hasil rata-rata nasional UKA 2012 adalah 42,25 yang mencakup seluruh peserta dari jenjang TK sampai jenjang SMA.

"Itu yang tertinggi, dan dengan berat hati, saya harus menyebutkan bahwa lima provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, adalah Maluku (34,5), Maluku Utara (34,8), Kalimantan Barat (35,40), Kalimantan Tengah (35,5), dan Jambi (35,7)," kata Nuh kepada para wartawan, di gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3/2012).

Dijelaskan Nuh, dalam pelaksanaan UKA 2012, ada 285.884 guru yang mendaftar. Akan tetapi, yang mengikuti ujian hanya 281.016 orang guru. Sedangkan sisanya 4.868 orang guru tidak mengikuti ujian. "Mungkin yang tidak mengikuti ujian ini karena alasan sakit atau lainnya," imbuhnya.

Jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya, kata Nuh, 211.858 peserta UKA merupakan lulusan S1, 34.614 peserta lulusan D2, 19.039 orang guru lulusan SMA, dan sisa lainnya lulusan SMP, SMA, D1, D3, S2 dan S3. "Dari ratusan ribu guru yang mengikuti uji kompetensi yang lulusan S3 hanya 9 orang. Tapi mungkin saja jurusan S3 yang diambil bukan jurusan pendidikan," kata Nuh.

Dengan adanya hasil tersebut, Nuh menyimpulkan bahwa distribusi nilai UKA 2012 perlu dirancang secara khusus untuk pendidikan dan latihan guru dalam rangka sertifikasi serta perencanaan yang matang.

"Yakni, mulai dari metodologi dan materi agar kompetensi guru setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) memperoleh hasil yang signifikan," tukasnya. Untuk diketahui, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi guru untuk mengikuti UKA. Misalnya seperti memiliki kualifikasi akademik S1/D4.

Bagi guru yang belum memiliki kualifikasi tersebut (lulusan pendidikan menengah) tetap bisa mengikuti UKA asalkan pada 1 Januari 2012 usianya telah memasuki 50 tahun dengan masa kerja sebagai guru minimal 20 tahun.

UKA 2012 bertujuan untuk melakukan pemetaan, seleksi kelayakan, dan sebagai tiket masuk ke proses selanjutnya sebelum dinyatakan sebagai guru profesional dan berhak mendapatkan tunjangan profesi. Karena untuk mendapatkan tunjangan profesi, masing-masing guru harus melewati UKA, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dan Uji Kompetensi Akhir.http://edukasi.kompas.com/

Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 telah usai. Distribusi hasil UKA 2012 menunjukkan gambaran kompetensi guru yang beragam. Sebanyak 154 kabupaten/kota memiliki nilai UKA di atas rata-rata nilai UKA nasional 42,25. Kabupaten kota itu diantaranya, Kota Blitar sebesar 56,41, Kota Sukabumi sebesar 55, 88, Kabupaten Gresik 55,41, Kota Malang 53,71, Kabupaten Jembrana, sebesar 53,63, Kota Magelang 53,62, Kota Surakarta sebesar 52,49, Kota Pasuruan 52,30, Kota Denpasar sebesar 52,23, dan Kabupaten Banyumas sebesar 52,23.

Perolehan nilai UKA guru tertinggi tiap tempat bertugas mencapai 90 yaitu, dari Desi Dwi Jayanti dari TK Islam Nurul Iman, Kabupaten Bogor dengan nilai 90, Nurfatah dari SD 8 Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sumsel dengan nilai 80, Melany Wiwanty Parulian Mukuan dari SMP Advent Amurang Kabupateng Minahasa Selatan, Sulawesi Utara dengan nilai 87,5, Gatot Priadi dari SMAN 1 Karas Kabupaten Magetan Jawa Timur dengan nilai 90.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menyatakan peta hasil distribusi nilai UKA itu akan berguna bagi pemetaan dunia pendidikan. “Peta UKA 2012 ini dapat dipasangkan dengan peta Ujian Nasional 2012 (UN)” jelasnya. Artinya, kualitas guru nanti akan dilihat hubungannya dengan hasil UN tiap daerah. Sebelumnya, pelaksanaan UN sudah mengalami perbaikan dan sudah dipetakan. Nantinya, peta tenaga pengajar, fasilitas infrastruktur turut akan dimasukkan. Sehingga, peta yang utuh dari dunia pendidikan dapat diperoleh secara bertahap.

Menteri Nuh menambahkan, hasil UKA guru juga terdapat yang perlu perbaikan. Pada jenjang bertugas Sekolah Menengah Pertama (SMP), guru yang memiliki latar belakang pendidikan S2 ada yang mendapat nilai UKA sebesar 14. Selain itu, rata-rata guru SMP yang berpendidikan S2 sebesar 51,3 dengan nilai UKA tertinggi sebesar 82. Seharusnya, pendidikan yang lebih tinggi mendapatkan nilai UKA yang lebih baik.

Pola yang sama juga terjadi pada jenjang bertugas Sekolah Menengah Atas (SMA). Nilai UKA dari guru SMA yang berlatar belakang pendidikan S3 sebesar 46,8 dengan nilai tertinggi 61. Nilai ini tidak lebih baik dari nilai UKA dari guru yang berlatar belakang pendidikan S2 yaitu sebesar 55,9 dengan nilai tertinggi 84,3. Keteraturan peningkatan nilai UKA masih terjadi pada guru dengan latar belakang pendidikan SMP sampai dengan S1.

Mendikbud menyampaikan pentingnya pelatihan dan pendidikan yang berkesinambungan bagi guru. “Pendidikan dan pelatihan perlu berjalan terus, tidak berhenti,” ujarnya. Nuh juga menambahkan peta guru tersebut juga menunjukkan nilai penting dari UKA untuk melihat kompetensi guru dengan standar rata-rata nasional bisa dilihat. “Diharapkan pemetaan juga bukan sekedar kelulusan uji kompetensi tapi juga ukuran dari kinerja guru pada masa mendatang,” jelasnya http://kemdiknas.go.id/laman/berita/305

----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Sehari Sebelum Pengumuman Hasil UKA 2012

Berikut penyataan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mochammad Nuh sehari sebelum Pengumuman Hasil UKA 2012 yang kami kutip dari http://www.jambiekspres.co.id antala lain sebagai berikut :
Hasil UKA Jeblok, rerata tertinggi hanya mencapai 58,87 , nilai rata-rata pengawas jauh lebih rendah dibandingkan guru-guru, bagi guru yang dinyatakan tidak lulus UKA bisa ikut lagi tahun depan. Sebelum ikut UKA lagi, mereka akan digembleng untuk dibina pada Mei dan Juni nanti. Dengan jadwal ini, diharapkan pada tahun ajaran baru 2012-2013, para guru yang tidak lulus UKA ini bisa mengajar lebih mantab.
Berikut berita selengkapnya....

JAKARTA - Bila hasil uji kompetensi akademik (UKA) guru dijadikan patokan kualitas, maka masyarakat harus prihatin. Ujian yang akan dipakai sebagai patokan ikut sertifikasi dan pemberian tunjangan profesi itu, hasilnya jeblok.

Dengan nilai maksimal 100, nilai rerata tertinggi hanya mencapai 58,87. Angka itu dicapai oleh guru di jenjang taman kanak-kanak (TK). Nilai rerata terendah adalah 32,58, yang dicapai para penawas sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mochammad Nuh cukup prihatin dengan hal capaian para pengawas itu. "Harus dievaluasi total ini. Harusnya nilai yang mengawasi itu lebih bagus daripada yang diawasi," katanya. Namun pada kenyataannya, nilai rata-rata pengawas jauh lebih rendah dibandingkan guru-guru di tingkatan TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Nuh menduga beberapa penyebab jebloknya nilai pengawas. Pertama, jabatan pengawas rata-rata di isi guru tua atau senior. Jabatan ini, dijadikan sebagai jenjang karir terakhir bagi guru. Setelah menjadi guru, lalu wali kelas. Terus menjadi wakil kepala sekolah, kemudian kepala sekolah. Terakhir baru menjadi pengawas sekolah. Dalam kondisi ini, faktor umur menjadi dominan dalam penentuan jabatan seorang pengawas sekolah.

Dugaan kedua, berlaku prinsip "dari pada nganggur" dalam penentuan posisi pengawas sekolah. Nuh menerangkan, ada kecenderungan kepala sekolah yang tidak lagi menjabat dan usianya mendekati pensiun, didaulat menjadi pengawas sekolah. Bagimanapun komptensinya, dia tetap dijadikan pengawas. "Intinya itu tadi, dari pada nganggur," katanya.

Nuh meminta ada perbaikan serius dalam penentuan sorang guru untuk dipromosikan menjadi pengawas. Tidak boleh hanya karena umurnya sudah tua. Atau juga tidak boleh karena alasan dari pada nganggur. Posisi pengawas cukup strategis, karena bertugas mengawasi jalannya pendidikan di tingkat sekolah.

Menteri asal Surabaya itu juga mengatakan, akan memberlakukan agenda khusus saat PLPG (pendidikan dan latihan profesi guru) untuk para pengawas yang lulus UKA. Nilai tertinggi UKA untuk pengawas sekolah ini direngkuh S.T. Syuhaeni S. dari Dinas Dikpora Kab. Kepulauan Yapen, Provinsi Papua dengan nilai 72.

Menurut Nuh, rata-rata nilai peserta UKA memang kurang bagus. Dia mengatakan, paling tinggi rata-rata didapat oleh guru kelompok TK. Disusul kemudian SMA, SMK, SLB, SMP, dan SD.

Nuh mencoba optimistis dengan nilai rata-rata yang kurang memuaskan itu. Dia mengatakan, ada hal positif di balik perolehan nilai yang rata-ratanya tidak bagus itu. Pertama, menyebut kondisi ini membuktikan tidak terjadi kebocoran naskah soal UKA. "Jika bocor, tentu nilainya tidak seperti ini," katanya.

Kedua, nilai rerata yang kurang bagus ini menurut Nuh terjadi karena para guru mengerjakan soal dengan jujur. Tidak terjadi sontek masal. Sebab, jjika terjadi sontek masal di ruang ujian, maka nilainya cenderung bagus-bagus. "Tapi bukan berarti yang dapat nilai bagus itu dapat bocoran soal, atau mencontek ya," papar Nuh.

Dugaan yang terakhir adalah, tingkat kesulitan soal yang harus dikerjakan para guru. Seusai mengerjaan soal pada pelaksanaan UKA 25 Februari lalu, sejumlah guru mengeluh karena soal cukup sulit. Beberapa guru bahkan menyebut, soal yang dikerjakan tingkat kesulitannya sama seperti waktu kuliah. Dan selama menjadi guru, mereka tidak pernah membuka materi kuliah lagi.

Nuh mengatakan, tidak menjadi persoalan nilai-nilai yang diperoleh para guru itu rendah. "Toh faktanya seperti ini. Mau diapakan lagi. Selanjutnya adalah tugas LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, red) sebagai operator atau pelaksana PLPG untuk memperbaiki kemampuan para guru," urai Nuh.

Mantan rektor ITS itu menyebtukan, kesuksesan LPTK dalam melaksanakan PLPG adalah berhasil mengatrol nilai atau kemampuan guru dari hasil UKA dan ujian akhir setelah mengikuti proses PLPG. Nuh menegaskan, jika LPTK tidak bisa meningkatkan kemampuan guru setelah mengikuti PLPG, maka akan dikurangi kuotanya.

Di saat perolehan rerata nilai yang kurang bagus tadi, Kemendikbud masih menutup rapat informasi berapa guru yang lulus UKA. "Pertemuan ini khusus untuk menerangkan hasilnya dulu. Berapa jumlah yang lulus, nanti," kata dia. Pengumuman kelulusan UKA dilakukan besok (18/3).

Pada intinya, kata Nuh, yang lulus tidak bisa 100 persen. Hal itu merujuk pada kuota sebesar 250 ribu itu. Dia juga mengatakan harus merujuk pada nilai yang diperoleh saat UKA. "Jika hanya kuota saja, tidak perlu UKA," katanya. Sebab, menurut Nuh, UKA ini berfungsi sebagai alat penetapan kelayakan guru calon peserta sertifikasi.

Nuh menerangkan, bagi guru yang dinyatakan tidak lulus UKA bisa ikut lagi tahun depan. Sebelum ikut UKA lagi, mereka akan digembleng untuk dibina pada Mei dan Juni nanti. Dengan jadwal ini, diharapkan pada tahun ajaran baru 2012-2013, para guru yang tidak lulus UKA ini bisa mengajar lebih mantab.
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Mengapa Ada Guru Tak Berwibawa di Depan Siswa?

Guru merupakan sosok yang biasanya dianggap sempurna oleh anak didik nya. Seorang guru dianggap memiliki pengetahuan yang luas dan mumpuni. Memiliki kemampuan dan kecerdasan di atas rata-rata. Serta dianggap sosok yang selalu bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi . Selain itu, guru dianggap punya solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh anak didiknya. Maka tak jarang guru menjadi tempat untuk berbagi curhat dan masalah. Baik yang berkaitan dengan mata pelajaran maupun yang tidak ada hubungan sama sekali. Hal itulah yang menciptakan guru dianggap sosok yang sangat dikagumi dan dihormati. Ditambah mampu menjaga wibawanya dari sifat dan perilaku yang tidak terpuji.


Kita tentu memiliki sosok guru yang mempunyai kriteria di atas. Sosok yang telah mengilhami keberhasilan kita disamping keluarga. Karena bagaimanapun kita tentu banyak berhutang budi pada kesabaran dan ketekunan mereka mengolah kemampuan kita. Dari kita yang tidak mengerti baca tulis, hingga menjadi orang yang memiliki kemampuan dan keberhasilan di atas mereka. Terkadang masih terbayang bagaimana kita dimarahi, dihukum dan diajari berbagai macam pengetahuan. Dan tak jarang pula kita melecehkan dan menggunjing guru kita dibelakang. Ya tentu semoga semua itu menjadi amal untuk mereka guru kita dan juga bagi kita para penuntut ilmu.
Akan tetapi ada yang berubah saat ini. Ada guru yang justru mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. Mereka tidak dihormati oleh anak didiknya. Mendapatkan perlakuan yang kurang simpatik dari anak didiknya. Tidak diindahkan kata-katanya. Disepelekan nasihat dan saran-sarannya. Serta perlakuan jahil yang dilakukan anak didiknya.
Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa hal itu terjadi pada guru tersebut?. Tentu kita tidak bisa melihatnya hanya dari satu sisi saja. Karena akan kurang bijak rasanya jika kita hanya menyalahkan pada satu pihak saja. Maka berikut ini adalah penilaian saya akan pertanyaan mengapa guru tak berwibawa di depan siswanya.


Yang pertama adalah guru. Guru hendaknya mampu memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak didiknya. Guru dituntut untuk bisa di gugu dan ditiru. Baik kata-katanya maupun perbuatannya. Artinya guru harus lebih baik tingkah laku dan ucapannya dari anak didiknya. Maka akan sangat tidak berarti jika guru justru melanggar aturan dan ucapan yang mereka ajarkan di sekolah. Ketika guru menyuruh anak didiknya disiplin, mereka juga harus memberikan contoh disiplin. Ketika guru mengajarkan untuk jangan berbohong kepada anak didiknya, maka mereka jangan berbohong. Ketika guru menyuruh untuk menguasai pengetahuan dan tekhnologi, mereka juga harus mengerti dan menguasai tekhnologi saat ini. Sayangnya, keadaan dan perkembangan jaman telah merubah semua itu. Entah karena faktor sengaja atau terpaksa. Tengoklah saat ini, berapa banyak guru-guru yang tidak sesuai dengan ucapan dan perbuatan mereka. Banyak guru sudah tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka sebagai guru. Berapa banyak guru yang tidak menguasai materi yang diajarkan. Berapa banyak guru yang masih gaptek dengan teknologi. Sehingga tak jarang kemampuan dan pengetahuan siswa justru melebihi gurunya. Berapa banyak kebohongan yang menjadi budaya di lakukan oleh pihak sekolah. Kebohongan dalam membuat pemberkasan, kebohongan dalam membuat SPJ bantuan, kebohongan dalam meluluskan anak didiknya saat Ujian Nasional. Belum lagi kalau mereka melakukan hal yang tidak terpuji di masyarakat. Karena mereka menjadi guru bukan karena panggilan hati. Tetapi karena terpaksa atau sebagai pelepas image dari status pengangguran. Maka wajar jika tidak sampai membekas makna dari nilai luhur apa yang mereka ajarkan.


Yang kedua adalah siswa. Siswa merupakan pribadi yang memiliki keunikan dan masalah sendiri-sendiri. Artinya guru harus siap menyikapi anak didiknya dengan bijak dan santun. Ada banyak perbedaan tentunya pada anak didik jaman dahulu dengan mereka yang bersekolah di jaman sekarang. Kenakalan yang mereka lakukan tentu lebih banyak dan aneh. Baik yang dilakukan secara individu maupun berjamaah. Dan hal itu tentu tak bisa terlepas dari penggunan dan penguasaan tenknologi yang mereka dapatkan. Betapa semakin mudah perilaku kenakalan dilakukan dan di mobilisasi secara cepat. Oleh karena itu guru tentu harus memiliki akses yang cukup untuk mengatasinya. Sehingga tak perlu ada kasus anak membawa konten porno dalam hp nya. Tapi guru tak bisa membuktikannya. Akibat mereka tidak tahu cara membuka atau menghapusnya. Selain itu, rasa hormat dan patuh secara tulus kepada guru mulai luntur dimiliki para siswa saat ini. Ditambah dengan tontonan sinetron yang mengajarkan perilaku siswa yang tidak senonoh. Misalnya dalam berpakaian, berbicara dan gaya hidup. Sehingga siswa mulai menilai kewibawaan guru dilihat dari kemewahan. Misalnya kendaraan, rumah, atau yang lainnya. Tentu berbeda dengan predikat Umar Bakri yang disandang guru-guru kita dahulu. Sosok yang wajar dengan kesederhanaan namun penuh wibawa.
Dan terakhir adalah orang tua. Orang tua merupakan bagian dari proses keberhasilan anak-anak dalam menyelesaikan pendidikan . Mereka tak cukup hanya memberikan fasilitas dan dana untuk anak mereka. Dituntut peran yang aktif sebagai media untuk membangun hubungan yang baik antar guru, orang tua, dan siswa sebagai objek. Orang tua hendaknya mengerti dan mengikuti perkembangan dan tingkah laku anak mereka melalui pihak sekolah. Sehingga mendapatkan porsi penilaian yang seimbang. Orang tua juga hendaknya memberikan kebebasan dan masukan bagi guru untuk mendidik anak mereka. Sehingga guru merasa memiliki tanggung jawab penuh tanpa harus khawatir dengan ancaman HAM yang berlaku saat ini. Sehingga guru tidak terkesan takut untuk menegakkan disiplin dalam sekolah pada muridnya.

sumber : Wiyuda Tara
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Gonjang-ganjing Keabsahan UKA Guru 2012

Apakah Uji Kompetensi Awal (UKA) yang telah kita laksanakan itu melanggar hukum atau tidak menjadi pertanyaan kita semua. Tetapi bagi anda yang telah melaksankan UKA tersebut ambilah nilai positipnya, karena secara tidak langsung dengan UKA ini dapat mengukur kemampuan kita dalam profesi yang kita jalani ini. Apakah pantas menjadi pendidik anak bangsa atau tidak, anda sendiri yang dapat menilai. Gonjang-ganjing tersebut dapat anda lihat di artikel yang kami ambil dari http://edukasi.kompas.com berikut ini :
Anggota Komisi X DPR, Rohmani, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh terkait uji kompetensi sebagai syarat awal mendapatkan sertifikasi profesi guru. Menurut dia, persyaratan ini melanggar peraturan.
"Karena hal tersebut jelas melanggar peraturan dan telah menimbulkan keresahan," ujar Rohmani, Rabu (29/2/2012), di Jakarta.
Rohmani berpendapat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru karena melakukan uji kompetensi sebagai syarat awal mendapatkan sertifikat profesi.
Dalam PP Nomor 74 Tahun 2008, menurut dia, disebutkan bahwa guru yang memiliki kualifikasi akademik S-1 atau D-4 dapat langsung mengikuti pelatihan untuk memperoleh sertifikat. Sementara, dalam PP Nomor 74 Tahun 2008 tersebut tidak diatur tentang kewajiban guru mengikuti uji kompetensi terlebih dahulu.
"Satu sisi ini ada baiknya. Namun hal ini telah membuat ketidaknyamanan bagi guru-guru yang hendak ikut program sertifikasi. Banyak yang sudah mengadu kepada kami atas kebijakan ini," ujarnya.
Ia mengingatkan Kemendikbud jangan mudah mengutak-atik peraturan. "Prinsipnya, setiap ide perubahan dan perbaikan pasti kita dukung. Tapi harus ada komunikasi terlebih dahulu agar kebijakannya lebih baik," katanya.
Rohmani sendiri menilai, seharusnya, uji kompetensi awal tidak perlu dilakukan. "Yang lebih tepat adalah pemetaan kemampuan sehingga dalam prores pelatihan bisa dikelompokkan berdasarkan kemampuan," katanya.
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Dalam melakukan evaluasi hasil belajar adalah dengan memberikan tes berupa soal ulangan kepada anak didik kita. Soal ulangan tertulis bisa berupa soal essay maupun soal pilihan ganda. Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.

Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri. Hanya saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu, penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudah mencotek kunci jawaban. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun bahasa. Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi.

Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut:

Materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator.
2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Konstruksi
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar
7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".
10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
11. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
12. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Bahasa
13. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
14. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
15. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
16. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Catatan
- Jumlah pilihan jawaban untuk soal SD dan SMP adalah empat pilihan
- Jumlah pilihan jawaban untuk SMA dan sederajat yaitu lima pilihan
Panduan selengkapnya bisa anda lihat disini
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Hasil Rembuk Nasional Pendidikan 2012

Berikut ini hasil Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2012. Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan adalah ajang para pelaku dan pengelola pendidikan dan kebudayaan untuk berkumpul dan berdiskusi dalam rangka koordinasi menyamakan visi misi pengembangan pendidikan di Indonesia. Tujuannya jelas agar pendidikan di Indonesia bisa terus lebih baik. Commitment for improvement. Tema Rembuknas 2012 kali ini adalah: Meningkatkan Integritas dan Kinerja Layanan Pendidikan dan Kebudayaan.
Hasil tiap Komisi adalah sebagai berikut:
Hasil Komisi 1, Pengembangan PAUD dan PNF

Hasil Komisi 2, Perluasan Akses Pendidikan Dasar Bermutu

Hasil Komisi 3, Percepatan Pelaksanaan Rintisan Wajar 12 Th

Hasil Komisi 4, Perbaikan Sistem Pengelolaan PTK

Hasil Komisi 5, Integrasi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi

Hasil Komisi 6, Desentralisasi Pendidikan dan Penguatan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)

Hasil Komisi 7, Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa

Hasil Komisi 8, Integrasi Kebudayaan dalam Pendidikan

Sumber http://rembuknas.kemdikbud.go.id/laman/ Smoga bermanfaat...
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Uji Kompetensi Dasar Guru Honorer

Uji Kompetensi Guru Honorer jadi PNS
Setelah sukses melaksanakan Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 yang diperuntukan bagi para guru yang akan memasuki PLPG Sertifikasi Guru Tahun 2012, pemerintah telah memepersiapkan Uji Kompetensi Dasar Guru Honorer. Uji Kompetensi Dasar ini digunakan untuk menyeleksi guru honorer yang akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Berbahagialah bagi anda guru honorer apabila program ini diberlakukan sehingga anda akan mempunyai kesempatan untuk menjadi PNS.
Untuk Lebih lengkapnya silahkan lihat pada kutipan berikut ini :
Depok --- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan uji kompetensi dasar bagi guru honorer. Uji kompetensi ini untuk menyeleksi guru honorer yang akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). "Kalau formasi Kementerian Pendayaangunaan Aparatur Negara yang menetapkan, kami diminta untuk lakukan seleksi kompetensi," ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, di Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Selasa (28/02).
Dari 650 ribu orang guru honorer yang ada di seluruh Indonesia saat ini, Musliar menyatakan, hanya 30 persen yang akan diangkat menjadi PNS. Selain alasan anggaran, pengangkatan guru honorer juga harus berdasarkan kompetensi. "Jangan sampai ketika diangkat, tapi kompetensinya tidak ada," tuturnya.
Guru honorer yang diangkat nanti tidak selalu akan ditempatkan di daerahnya. Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan guru di suatu tempat. "Misalkan ada Guru A di daerah B yang sudah cukup gurunya, maka akan ditempatkan di daerah C yang kekurangan," ujar Musliar memaparkan.
Untuk mengatasi kekurangan guru saat ini, kata Musliar, pemerintah daerah bisa menggunakan Surat Keputusan Bersama (SKB) lima menteri yang telah ditandatangani tahun 2011 lalu dalam mendistribusi ulangguru. "Dalam SKB dinyatakan, sudah sepakat untuk melakukan distribusi ulang," ucapnya.
Sumber http://www.kemdiknas.go.id/
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Perekrutan Guru Honorer Dihentikan

Mungkin keputusan ini(Perekrutan Guru Honorer Dihentikan) ada yang stuju atau tidak setuju, ini kami serahkan pada tenggapan anda sendiri, untuk lebih lengkapnya silahkan baca kutipan dari suaramerdeka.com berikut ini:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan kepada daerah untuk tidak menambah jumlah guru honorer, karena jumlah guru honorer di Indonesia saat ini sangat banyak.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, jika penambahan guru honorer tidak segera dihentikan, akan menambah persoalan baru dimasa yang akan datang.
”Mohon kepada kepala dinas, sampaikan kepada kepala sekolah jangan menambah persoalan baru untuk masa datang, jangan diangkat lagi guru honor,” tegas Musliar, di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, jumlah guru honorer di Indonesia sudah sangat banyak. Menurutnya, hal itu akan menjadi masalah ketika para guru honorer menuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). ”Karena faktanya sekarang tercatat guru honor ada sekitar 650.000. Bayangkan jika 650.000 itu minta diangkat semua, tidak cukup uang negara untuk membiayai,” tandas mantan Rektor Universitas Andalas itu.
Masalah Kompetensi Guru Honorer
Persoalan berikutnya, guru honorer juga belum tentu memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menjadi guru. Menurutnya, ada kemungkinan guru honorer yang ada sekarang ini diangkat hanya karena memiliki faktor kedekatan, baik dengan kepala sekolah maupun dengan pejabat daerah.
”Apakah mereka memiliki kompetensi yang baik untuk menjadi seorang guru. Bisa saja mereka diangkat, karena keluarga kepala sekolah atau keluarga bupati,” imbuhnya.
Karena itu, untuk dapat menghasilkan guru-guru yang memiliki kompetensi dan berkualitas, pihaknya akan terus melakukan seleksi. Salah satunya dengan uji kompetensi. ”Kita lakukan uji kompetensi awal bagi mereka, dan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan kita di masa datang,” terang Musliar.
Dia menyadari sekarang ini masih banyak ketimpangan jumlah guru antara satu daerah dengan daerah yang lain. Karena itu, ke depan akan dilakukan distribusi, sehingga jumlah dan kemampuan guru dapat merata di semua daerah di Indonesia. ”Soal distribusi guru, kita akan tempatkan guru-guru lulus seleksi itu di daerah yang memang kekurangan guru,” ujarnya.
sumber : suaramerdeka.com
----->>>Baca Artikel Selengkapnya....

Pencarian

Memuat...

Beli Gadget Unik

Beauty MAE
Inverter DC ke AC
Dapatkan gadget unik lainnya DISINI

Entri Populer

PK Guru 2012. Diberdayakan oleh Blogger.